New Design

Recent Post

Senin, 26 Mei 2014
Polsek Utara Barat Kota Cirebon Berhasil Membekuk Pembegal Sepeda Motor

Polsek Utara Barat Kota Cirebon Berhasil Membekuk Pembegal Sepeda Motor


KESAMBI, (CNC).- Aksi pembegalan kembali terjadi lagi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Kali ini menimpa MS (17) warga Cangkol Utara Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon. Korban mengalami aksi pembegalan di Jl Kesambi Dalam, Kota Cirebon, Sabtu (24/5) sekitar pukul 23.30 Wib.

Iwan (42) salah satu saksi mata yang melihat kejadian menyebutkan, kejadian pembegalan berawal dari korban yang pada saat itu sedang berboncengan dengan temannya melewati Jl Kesambi raya, setelah itu korban melintas Jl Kesambi dalam.

"Tepat di depan SD Sadogori Kesambi Kota Cirebon, korban yang pada saat itu menggunakan sepeda motor metik, tiba-tiba di pepet oleh sepeda motor vixcoin yang datang dari arah yang sama," ungkapnya.

Setelah dipepet menurut Iwan, korban ditodong oleh pelaku yang berjumlah 3 orang tersebut dengan senjata tajam. "Setelah berhasil mendapatkan motor korban, ketiganya langsung pergi, saat itu saya bersama warga yang lain mencoba untuk mengejar namun mereka berhasil lolos," tandasnya.

Terpisah Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni melalui Kapolsek Utara Barat Kompol Luhut Sitohang yang didampingi Panit Reskrim IPDA Tarsiman membenarkan adanya kejadian tersebut, setelah mendapatkan laporan dari warga terkait pembegalan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kami berhasil mengamankan dua orang pelaku di daerah mundu, keduanya berinisial S (20) warga Drajat Kota Cirebon dan F (21) warga Penggung Kota Cirebon kurang dari 2 jam setelah kejadian," ungkapnya.

Tarsiman juga mengatakan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait kasus tersebut. "Kita masih memburu dua orang lgi, dan kami terus mengembangkan kejadian tersbut," katanya.

Kronologis kejadian sendiri menurut Tarsiman, korban pada saat itu sedang menaiki sepeda motor metik dan tiba-tiba kawanana pelaku mengambil paksa kendaraan yang digunakan korban, setelah itu pelaku yang diperkirakan berjumlah 4 orang langsung kabur. (Adk/CNC)
Sering Ngamuk Warga Blok Jemika, Lima Tahun Usman Dipasung

Sering Ngamuk Warga Blok Jemika, Lima Tahun Usman Dipasung


CIREBON-CNC Sungguh menyedihkan nasib yang dialami Usman (35) warga RT/01 RW/02 Blok Jemika Desa Balad Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon harus dipasung oleh keluarganya dengan merantai kaki dan tangan kirinya dalam sebuah kamar berukuran 3X3 meter persegi tanpa lampu penerangan sedikit pun.

Menurut Biah (70), ibu Usman, terpaksa memasung anak ke-empatnya sejak lima tahun silam, lantaran Usman saat sakit jiwanya kambuh seringkali merusak rumah hingga menyakiti dirinya.

"Sebenarnya hati kecil saya tidak tega. Tapi demi kebaikan bersama saya dan anak saya yang sulung terpaksa merantai kaki dan tanganya yang di tanam ke tanah dengan di semen (di cor)," kata Biah saat di temui di rumahnya usai memberikan makan kepada Usman, Minggu (25/5).

Dikatakan, faktor ekonomilah membuat keluarganya tega memasung anak ke-empat dari enam bersaudara. Karena sudah tidak ada lagi yang bisa di jual untuk biaya berobat demi kesembuhan anaknya. Usman itu anak baik, kata Biah, hanya saja saat sepeda motornya diambil oleh pihak dieler karena tidak bisa mencicil (bayar angsuran) penyakit jiwa Usman makin menjadi.

"Dia sering melamun dan ngomong sendiri bahkan saat kambuh tak segan memecahkan kaca rumah milik tetangga. Sehingga saya sering kali mengganti kaca yang dipecahkanya," terang Biah dengan sesekali meneteskan air mantanya.

Dia menjelaskan, tahun 2006 lalu Usman itu bekerja di Jakarta menjual jamu.hanya saja, lambat laun usahanya kurang berkembang dan memutuskan pulang kampung. Saat itu ankanya sempat membeli sebuah sepeda motor jenis Honda Supra, namun entah kenapa motor tersebut di jual olehnya dan uangnya habis tidak karuan.

Saat motonya di jual mulai terlihat keanehan pada jiwanya. Usman yang tadinya ceria menjadi murung apalagi teman seuasianya memiliki motor.

Melihat gejala itu, sambung Biah, keluarga berinisiatif membawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah mendapatkan perawatan Usman mulai pulih dan bisa mengerjakan aktifitas sehari-hari. Bahkan Usman sempat minta dibelikan motor untuk ngojek.

"Usman sempet ngojek menggunkan motor barunya, namun karena cicilannya tidak bisa terbayar motor tersebut di tarik oleh dieler, dan Usman kambuh lagi hingga saat ini,"jelasnya.

Terpisah anak pertama Biah, Bunyamin (43) mengaku sedih melihat kondisi adiknya itu."Saya sedih melihat kondisi adik saya, dengan kaki dan tangan di rantai, karena tidak punya uang untuk biaya berobat. Sebenarnya, ibu pernah menjual tanah sawah seluas 420 meterpersegi seharga Rp 12juta untuk biaya berobat dan uang muka pembelian motor untuk ngojeg. Hanya saja tidak sanggup bayar motor tersebut di ambil kembali oleh dieler.

"Usman pernah di bawa berobat ke gunungjati, dan pernah diobati di pesantren di Kempek. Saya berharap pemerintah daerah bisa membantu memfasilitasi untuk biaya berobat," ujarnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Balad, Aladi meminta kepada pemerintah daerah untuk tanggap terhadap persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Seperti hal nya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial maupun intansi lain yang berhubungan dengan masalah itu harus ambil bagian dalam penangganannya.

"Saya berharap bapak bupati tanggap dengan permasalahan ini, ini tanggungjawab bupati sebagai pemimpin,"katanya. (Enon/CNC)
Kapolda Jabar akan tangani masalah Breakwater di Cirebon

Kapolda Jabar akan tangani masalah Breakwater di Cirebon


KEJAKSAN, (CNC).- Kapolda Jabar, Irjen Pol M Iriawan akan segera menangani masalah-masalah yang dialami nelayan di Kota Cirebon, termasuk masalah keberadaan Breakwater di lingkungan Pelabuhan Cirebon yang dianggap telah menggangu akses keluar masuk nelayan.

“Kami akan membantu masalah yang dialami para nelayan,” ungkapnya saat memimipin kegiatan silaturahmi Polda Jabar bersama komunitas petani dan nelayan sewilayah Pantura di KPP Kejawanan, Minggu (25/5).

Dalam kesempatan itu, Karsudin menkjelaskan Breakwater PT Gamatara dianggap telah meresahkan warga nelayan. Breakwater telah menggangu nelayan karena sulitnya akses keluar masuk perahu yang akan beraktifitas. Perusahaan yang membidangi usaha industri docking kapal itu. “Dulu mah nelayan masih lancer, namun dengan adanya breakwater itu jadi susah,” paparnya.

Karsudin mengatakan, PT Gamatara telah melakukan reklamasi tanah laut atau pantai seluas sekitar 40 ribu meter persegi dan panjangnya sekitar 250 meter. Dia menengarai, reklamasi tanah di pantai pesisir Cirebon itu tidak memiliki izin lengkap.

“Saya mengharapkan kepada pihak Polda langsung, meminta bantuan agar masalah ini segera teratasi” pungkasnya.

Dikatakannya, pembangunan break water di laut perlu adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Namun, menurutnya Amdal yang digunakan oleh PT Gamatara bukan yang dikeluarkan oleh instansi terkait di Kota Cirebon, melainkan dari pusat. “Kami minta saran dari pak Kapolda, tindak lanjutnya seperti apa. Ini sudah merugikan kami (nelayan, red) tapi kami tak tahu apa yang harus dilakukan sebab lapor ke pemerintah dan dinas masih belum ada kejelasan,” Kata Karsudin.

Dir Polair Polda Jabar, Kombes Pol Anang Syarif Hidayat yang mendampingi Kapolda pada saat itu mengatakan, apa yang diceritakan nelayan baru sebatas informasi awal. Polisi, belum bisa menindaklanjuti bila tak ada bukti kuat. Karena itu harus ada penyelidikan dulu. “Nanti kita bicarakan dulu,” ungkap Anang kepada Karsudin. (Iwe/CNC)
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 TRIO MACAN All Right Reserved