New Design

Recent Post

Selasa, 01 Juli 2014
Kolang-Kaling Bandung Dominasi Pasar Kuningan

Kolang-Kaling Bandung Dominasi Pasar Kuningan


KUNINGAN, (PRLM).- Ketersediaan buah caruluk di pasar tradisional dan pasar moderen di Kabupaten Kuningan, pada bulan puasa ramadan 1435 Hijriyah didominasi caruluk pasokan dari bandar-bandar di Bandung.

Pasalnya, menurut sejumlah pedagang buah aren tersebut, produksi caruluk lokal Kuningan hingga memasuki puasa ramadan sekarang, masih terbilang langka.

"Caruluk dari para perajin dan bandar di Kuningan pun, memang ada, tetapi masih jarang. Sementara untuk memperoleh caruluk bandung sangat mudah dan banyak tersedia di bandar-bandarnya," tutur pedagang sayuran yang juga menjual buah caruluk eceran di kompleks Pasar Baru Kuningan, Doni (24), Selasa (1/7/2014).

Keterangan senada juga disebutkan pedagang caruluk lokal Kuningan di Pasar Kepuh Kuningan Enda (37). Sementara itu harga jual eceran caruluk asal Bandung maupun caruluk lokal Kuningan, menurut para pedagangan di dua pasar tradisional itu, pada ramadan tahun ini lebih mahal dibandingkan harga pada ramadan tahun sebelumnya.

Caruluk Bandung maupun caruluk lokal Kuningan, umumnya dijual para pedagang di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kuningan dengan harga setara. Berkisar antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000 per kilo gram.

Caruluk atau kolang-kaling, kadang disebut juga cangkaleng, adalah biji muda buah pohon aren. Caruluk selama ini sudah dikenal sebagai bahan kudapan. Misalnya dijadikan pelengkap bahan campuran es buah, atau dikolak dan dijadikan hidangan tajil saat berbuka puasa.

Menurut sejumlah pedagang caruluk dan masyarakat Kuningan di beberapa pedesaan, produksi buah caruluk di Kuningan dulu cukup melimpah. Terlebih pada setiap saat menjelang serta di bulan puasa rmadan.

Bahkan, sering diburu juga bandar-bandar caruluk untuk dipasok ke kota besar. Namun, dalam kurun waktu puluhan tahun belakangan ini, perajin dan potensi produksi caruluk di Kuningan semakin berkurang.

Penyebab utamanya, karena keberadaan pohon aren di hutan-hutan serta perkebunan penduduk di Kuningan, semakin jarang. Pohon-pohon aren penghasil gula merah dan buah caruluk di sejumlah desa di Kabupaten Kuningan, sebagian besar musnah ditebang untuk diambil sari pati pohonnya.
Kemensos: Pengemis Musiman Hasilnya untuk TV Baru dan Kredit Motor

Kemensos: Pengemis Musiman Hasilnya untuk TV Baru dan Kredit Motor


JAKARTA - Kementerian Sosial mengimbau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menindak tegas pengemis musiman selama Ramadhan dengan mengintensifkan razia.

"Kami imbau pemprov tegas, karena pengemis musiman itu meminta-minta bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tapi ada target tertentu," kata Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kemensos Sonny Manalu di Jakarta, Selasa.

Sonny mengatakan, para pengemis musiman memiliki karakteristik berbeda dari pengemis yang masuk dalam pendataan dan sasaran Kemensos.

Biasanya target tertentu dari pengemis musiman tersebut dengan memanfaatkan momentum Ramadhan adalah mendapatkan hasil meminta-minta yang lebih besar sehingga bisa digunakan untuk berlebaran atau berbagai kebutuhan konsumtif lainnya.

"Mereka punya target untuk dapat sekian juta dan bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar tapi ada yang membeli televisi baru, kredit motor dan lainnya," tambah Sonny.

Upaya yang perlu dilakukan, menurut Sonny adalah pendekatan razia karena mereka tidak masuk dalam database pengemis. "Kemensos tidak bisa merazia, kami hanya mengimbau. Mereka juga tidak mau dibawa ke panti untuk direhabilitasi karena bukan itu tujuannya," katanya.

Selain itu, pemerintah daerah asal pengemis tersebut harus bergerak dan tidak membiarkan warganya mengemis ke daerah lain.

Menurut Sonny jumlah pengemis musiman bisa mencapai ribuan dan mayoritas berasal dari beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Lampung.
Polres Purwakarta Wacanakan Buka Tol Cikampek - Palimanan Untuk Arus Mudik

Polres Purwakarta Wacanakan Buka Tol Cikampek - Palimanan Untuk Arus Mudik


PURWAKARTA - Polres Purwakarta, Jawa Barat, akan memanfaatkan proyek Tol Cipali. Ruas jalan yang masih tanah merah itu, rencananya akan dibuka selama arus mudik lebaran tahun ini. Hal itu, untuk mengantisipasi kemacetan di jalur pantura dan tengah.

Kapolres Purwakarta AKBP Slamet Hariyadi, mengatakan, jika di ruas pantura dan tengah terjadi kemacetan kendaraan, maka kendaraan dari Jakarta akan disortir untuk masuk ke jalur proyek Tol Cipali. Akan tetapi, tak semua kendaraan bisa masuk ke jalur tersebut. Tentunya, akan ada pemilahan kendaraan apa saja yang boleh lewat atau yang tidak.

"Makanya, kami akan sortir dulu kendaraan yang bisa melintasi jalan tol yang belum jadi itu," ujarnya, Selasa (1/7). 

Slamet menuturkan, pada arus mudik tahun ini kendaraan yang akan melintasi wilayah hukum Polres Purwakarta diprediksi mencapai lima juta unit. Atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Dengan kendaraan yang terus bertambah, sudah bisa ditebak bila kedua jalur favorit yakni pantura dan tengah akan mengalami kemacetan parah. Terutama, pada puncak arus mudik.

Dengan begitu, kepolisian perlu melakukan rekayasa lalu lintas. Supaya, kemacetan ini bisa terurai. Salah satu rekayasanya, kendaraan dari dalam Tol Jakarta-Cikampek bisa diuang ke jalur selatan via Tol Cipularang. Atau tetap keluar dari Gerbang Tol Cikopo (Cikampek), lalu diarahkan ke jalur proyek Tol Cipali.

Apalagi, lanjut dia, wilayah Purwakarta merupakan corong utama pengatur arus lalu lintas selama arus mudik. Sehingga, sejak dini perlu ada antisipasi guna meminimalisasi kemacetan itu. 

Biasanya, bila pantura mengalamu kemacetan, maka kendaraan dari Jakarta yang mengarah ke timur selalu dibuang ke jalur tengah dan selatan. Bahkan, diarahkan untuk memilih jalur alternatif. Akan tetapi, upaya ini belum maksimal. Sebab, di waktu-waktu tertentu saat arus mudik masih terjadi kemacetan parah. Bahkan, kendaraannya stuck.

Karena itu, tahun ini pihaknya akan mencoba membuka jalur Tol Cipali yang pelaksanaannya masih belum rampung tersebut. Tentunya, lanjut Slamet, jalur yang terbentang dari Cikopo (Purwakarta) sampai Palimanan (Cirebon) tidak semuanya bisa dimanfaatkan oleh kendaraan. 

Yakni, pemanfaatannya hanya disekitaran bahu jalan. Jadi, untuk ruas jalan utamanya tidak boleh dilintasi sebelum proyek itu selesai. 

"Jadi, kendaraan bisa memanfaatkan lahan di pinggiran jalan utamanya," ujarnya.

Adapun kendaraan yang bisa melintasi jalur itu, yakni yang jarak gardan dengan jalan cukup jauh. Karena, medan yang akan dilintasi masih berupa tanah merah. Nantinya, kendaraan yang masuk melalui lahan Tol Cipali ini akan keluar menuju Pagaden, Subang. Kemudian, pengendara bisa mengambil jalur utara ataupun memilih jalur tengah.

"Tapi, solusi ini sifatnya masih tentatif," ujarnya. 

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Purwakarta Iptu Rullyanto Pahroen mengatakan, di wilayah hukumnya terdapat dua jalur alternatif. Yakni, jalur arteri dari mulai Ciganea-Sukatani-Darangdan-Padalarang-Bandung. Serta, jalur alternatif dari mulai Jalan Baru-Pasawahan-Pondoksalam-Wanasaya, menuju Sagalaherang Subang.

Kedua jalur alternatif ini, sangat vital. Sebab, bila pantura, tengah dan selatan macet parah, maka kendaraan itu akan diarahkan untuk mengambil jalur alternatif.

"Makanya, jalur alternatif ini mendapat prioritas pengawasan juga," ujarnya.
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 TRIO MACAN All Right Reserved