Senin, 07 Juli 2014

Khawatir Indramayu Ricuh, Ratusan Personel Polri Amankan Ribuan TPS


INDRAMAYU - Dua hari menjelang digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, ratusan personel Polres Indramayu ditambah anggota Kodim 0616 disebar ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Indramayu.

Polres setempat mempertebal kekuatan tim pengamanan di lokasi yang dianggap rawan gesekan politik yang dapat berimbas pada gangguan keamanan pada saat pemilu. Selain pengamanan terbuka, polisi juga mengerahkan personil berpakaian preman.

Menurut Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Wahyu Bintono usai memimpin upacara pergeseran pasukan (serpas) yang berlangsung di halaman mapolres setempat, Senin (7/6/2014) mengatakan, jumlah personel yang diterjunkan sebanyak delapan ratus tiga belas personel dari jajaran Kepolisian Resort Indramayu dan 400 prajurit militer dari kodim 0616 mulai disebar ke seluruh TPS yang berjumlah 2.726 tersebar di 31 kecamatan diwilayah Indramayu.

Perseonel tersebut, kata Wahyu, akan menempati lokasi–lokasi TPS yang sudah ditetapkan sesuai dengan pola kerawanan yang diberlakukan pada tiap tps. Bahkan,  pihaknya juga membagi pemetaan kerawanan politik tersebut dalam 3 definisi meliputi pola aman, rawan satu dan rawan dua. Kriteria rawan satu ini diterapkan pada lokasi TPS yang berpotensi besar terhadap ancaman gangguan kamtibmas yang akan berpengaruh buruk dalam proses pemilihan berlangsung maupaun kecurangan proses pemilihan.

12 TPS

Sementara pola dua berlaku untuk potensi gangguan ketertiban. Sementara, pihaknya juga tengarai terdapat 12 TPS yang masuk dalam kriteria rawan satu dan berpotensi terjadi indikasi kecurangan. Untuk mengantisipasi hal–hal yang tidak diinginkan, kata dia, Polres Indramayu melakukan penebalan personel di TPS yang rawan terhadap gesekan politik saat Pilpres 2014 berlangsung.

“Dalam rangka pengamanan pemilu kita baru saja melaksanakan apel pergeseran pasukan Pam TPS, para personil ini akan menempati sesuai dengan pola aman, rawan satu dan rawan dua, untuk wilayah Indramayu ada 2 lokasi yang rawan satu, ” tururnya.

Namun begitu, lanjut dia, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif demi menciptakan kodusivitas daerah termasuk menyukseskan jalannya ajang pemilu. Wahyu juga menjamin seluruh anggotanya akan menjaga netralitas Polri untuk tidak berpihak pada pasangan capres maupun cawapres. Dan kepada mereka yang melanggar tentunya akan diberkan sanksi tegas. “Apabila menemukan adanya pelanggaran netralitas yang dilakukan anggota saat bertugas di lapangan segera laporkan ke kami. Kami tidak segan-segan akan menindaknya, ” pinta dia.

Selain itu, Kapolres juga menekankan anggota tidak terlibat langsung dalam proses pengawalan kotak suara apalagi menyentuhnya. (KC)

0 komentar:

Posting Komentar

Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 TRIO MACAN All Right Reserved