Kapolda Kunjungi Polsek Jatiwangi Majalengka
MAJALENGKA - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. M.Iriawan menyambangi Polsek Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Kamis (3/7/2014) dalam rangka persiapan operasi ketupat 2014 dan pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) yang tinggal menghitung hari.
Kedatangan Kapolda Jabar tersebut disambut Kapolres Majalengka, AKBP Bulang Bayu Samudera dan sejumlah perwira menengah lainnya di wilayah hukum Polres Majalengka.Pada kesempatan itu orang nomor satu di Polda Jabar tersebut memastikan jalur mudik di wilayah Jabar akan mulai digunakan para pemudik pada H-10.
"H-10 jalur mudik di wilayah Jabar sudah bisa dilalui para pemudik," kata Iriawan saat ditanya para wartawan ketika singgah di Polsek Jatiwangi.
Menurut Iriawan, dari hasil pantauan Polda Jabar dan instansi terkait, jalur tengah mulai dari Palimanan Cirebon hingga Kadipaten Majalengka kondisi jalan maupun prasarananya sudah dinyatakan beres dan tidak ada masalah. Akan tetapi jalur dari Kadipaten hingga Jatinangor Sumedang, kondisi masih rusak.
"Menyikapi persoalan tersebut kami sudah ada kesepakatan dengan Dinas Bina Marga, H-10 sudah selesai diperbaiki jalan yang rusak di wilayah tersebut,"jelasnya.
Masih dikatakannya, untuk jalur selatan, kondisi jalan sudah bagus, namun para pemudik ketika berada di wilayah Limbangan kab. Garut akan terjebak macet karena wilayah tersebut sejak dulu menjadi titik kemacetan dikarenakan adanya pasar yang belum selesai diperbaiki.
"Kendaraan umum dan andong yang diparkir di bahu jalan dan lalu lalang, itu menghambat arus lalulintas di Limbangan," ujarnya.
Sedangkan di jalur Pantai Utara (Pantura), kata dia, kerusakan terparah hingga mencapai sekitar 70 persen. Kerusakan jalan terjadi mulai dari Simpang Jomin sampai wilayah Cirebon.
Masih dikatakan dia, dari hasil pengecekan jalur tersebut,diketahui jika jalur Pantura menjadi wilayah terparah kerusakanjalan.Akibatnya kendaraan akan sulit melintas jalur tersebut akibat banyaknya jalan yang berlubang.
"Jalur utara parah rusaknya. Kami sudah melaporkan hal tersebut ke Pemerintah Provinsi. Dari hasil koordinasi, pemerintah merencanakan jika pada H-30 jalur mudik sudah selesai diperbaiki," katanya.
Bila dibandingkan pada tahun lalu, sambung dia, kendaraan para pemudik ditargetkan bisa keluar dari wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu delapan jam. Namun melihat kondisi jalan seperti ini, cukup sulit menargetkan waktu seperti tahun yang lalu.
"Yang pasti pengerahan personel di sejumlah titik kemacetan tidak akan ada artinya jika jalan masih rusak parah.Karena ketika jalan rusak, berarti kendaraan harus berjalan pelan. Waktu tempuhnya juga akan lebih lama. Untuk di jalur tengah sudah ada yang diperbaiki. Semoga bisa segera selesai sebelum terjadi arus mudik," ujarnya.
Untuk mengurai kemacetan, kepolisian menyiapkan rekayasa jalan.Misalnya jika terjadi kemacetan di Simpang Jomin Indramayu, kendaraan akan dialihkan masuk ke jalur tengah. Pasar tumpah yang berada di beberapa titik akan ditertibkan saat arus mudik.Saat ini juga Polda Jabar juga telah meminta bantuan 2.000 personel dan 400 kendaraan roda dua dari Mabes Polri untuk mengamankan arus mudik.
"Di tahun ini, diprediksi jumlah pemudik akan meningkat enam sampai tujuh persen dibanding tahun lalu. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 karena libur kali ini tidak seperti tahun lalu yang panjang," kata Iriawan.

0 komentar:
Posting Komentar