New Design

Recent Post

Rabu, 16 Juli 2014
Stok Darah PMI Kota Cirebon Kosong Melompong

Stok Darah PMI Kota Cirebon Kosong Melompong


CIREBON - Stok darah lengkap (whole blood) di unit donor darah PMI Kota Cirebon kosong melompong, Rabu (16/7/2014). Unit donor PMI sampai meminta bantuan kiriman darah dari PMI DKI Jakarta dan Bandung sebanyak 450 labu.

Menurut Direktur Unit Donor Darah PMI Kota Cirebon Sugianto Suhana, permintaan bantuan tersebut merupakan permintaan paling banyak dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Permintaan bantuan saat puasa biasanya paling banyak 300 labu. Tapi sekarang sampai minta 450 kantung. Namun bantuan itu pun sudah tidak tersisa lagi," katanya.

Menurut dia, untuk stok darah lengkap memang kosong sama sekali. Namun untuk stok darah merah masih 199 kantung untuk golongan darah B dan O, sedangkan A dan AB kosong.

"Untuk stok trombosit tersisa 47 kantung untuk golongan darah A, B, O dan AB," tukasnya.

Kekosongan stok darah disebabkan, sepinya pendonor darah bersamaan dengan bulan puasa. Selama puasa, kegiatan donor darah turun drastis.

"Kekosongan stok terjadi, karena yang masuk dengan yang keluar tidak seimbang. Padahal kebutuhan akan darah, selalu tinggi," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut bukan hanya dialami PMI Kota Cirebon, tetapi hampir semua PMI mengalami kekosongan stok.

"PMI Bandung sudah menutup permintaan bantuan darah dari kami, karena memang mengalami kondisi yang sama," katanya.  (PRLM)
Penderita HIV/AIDS di Majalengka Bertambah 4 Orang Setiap Bulan

Penderita HIV/AIDS di Majalengka Bertambah 4 Orang Setiap Bulan


MAJALENGKA - Setiap bulan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Majalengka bertambah empat orang, penularan hampir rata-rata disebabkan oleh prilaku sek di luar nikah, untuk menangani persoalan tersebut butuh advokasi dari berbagai pihak dan dukungan materi untuk terus melakukan pemeriksaan terhadap mereka yang rentan terjangkit.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka H.Ali ALimudin disertai stafnya Dede Pranoto yang juga anggota Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Kabupaten Majalengka, tahun 2013 lalu jumlah penderita HIV/AISD baru mencapai 103 orang, selama tujuh bulan terjadi penambahan hingga mencapai 28 orang.

“Penularanpenyakit tersebut sekarang semakin cepat, kondisi ini akibat prilaku menyimpang. Hampir sebagian besar penderita terjangkit akibat sek bebas. Kecil sekali akibat penularan dari jarum suntik,” ungkap Dede.

Belum ada cara advokasi yang benar-benar dianggap epektif untuk melakukan pencegahan penyakit tersebut, karena melalui brosur, penerangan ke masyarakat oleh petugas eksehatan dan sejumlah ustad atau melalui media sosial ternyata kurang membuahkan hasil yang maksimal. Buktinya belakangan peambahan jumlah penderita malah semakin tinggi.

Besaran anggaran untuk peanganan dan pencehan penyakit tersebut juga sangat minim, alokasi APBD satu tahun hanya tersedia Rp 28.000.000 padahal untuk pemeriksaan tes darah dan lab satu orang butuh anggaran sekitar Rp 350.000, jumlah tersebut diluar biaya oprasional petugas ke lapangan. Sementara ini untuk mengetahui penderita sebagian melalui Puskesmas dengan mendata mereka yang dianggap rentan terjangkit HIV.

Kedepan dengan minimnya angagran yang tersedia, Dede berharap peranserta pihak lain baik peerusahaan melalui dana CSR nya atau siapapun yang peduli akan pencegahan HIV/AIDS.

Disisi lain Dede juga menyatakan banyaknya penderita yang kecanduan narkoba, kini ada beberapa orang yang sedang menjalani rehabilitasi, sebagian lagi mendekam di kamar tahaan Lapas kelas B Majalengka.

“Butuh peran serta masyarakat, pemeritah, ulama, guru dan terutama keluarga untuk mencegah seseorang terjerumus mengkonsumsi narkoba,” ungkap Dede.(PRLM)
PKS Akui Kekalahan Prabowo di Kabupaten Cirebon

PKS Akui Kekalahan Prabowo di Kabupaten Cirebon


CIREBON - DPD PKS Kabupaten Cirebon melalui ketua bidang Humas Arif Rahman mengakui kalau perolehan suara untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusung partainya yaitu pasangan Prabowo Subianto dan Hatta RaJasa, jauh dari harapan yang diinginkan.

“Untuk Kabupaten Cirebon kita kalah dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla,” ujar Arif Rahman saat dikonfirmasi melalui saluran telpon selulernya, Selasa (15/7).

Disinggung perolehan suara yang diperoleh pasangan Prabowo-Hatta, Arif enggan untuk membeberkannya, dirinya memilih untuk menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU dalam rekapitulasi yang akan dilaksanakan hari ini (Rabu, 16/7) di gedung DPRD Kabupaten Cirebon. “Kita sudah tau hasil dari saksi yang kita pasang disetiap TPS, dan kita akan terus pertahankan perolehan suara tersebut sampai tahapan pleno KPU, supaya tidak ada perubahan,” katanya.

Arif yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon tersebut juga mengatakan kesiapan pihaknya untuk menghadapi sidang pleno KPU dalam rangka penghitungan rekapitulasi hasil Pilpres 9 Juli silam, dengan data yang diperoleh dari Saksi baik tingkat TPS, PPS, dan PPK se Kabupaten Cirebon.

“Data C1 dari TPS, D1 dari PPS dan juga DA1 dari PPK sudah kita pegang semua, dan kita akan pertahankan perolehan sura yang didapat dari masing-masing pasangan Calon Capres dan Cawapres,” tandasnya.

Arif juga mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan tempat untuk pelaksanaan rapat Pleno KPU Kabupaten Cirebon, dengan agenda rekapitulasi perolehan suara Pilpres tingkat Kabupaten Cirebon yang dilaksanakan di gedung DPRD Kabupaten Cirebon, karena gedung DPRD dinilai lebih nyaman dibandingkan di Kantor KPU atau asrama Haji yang bisa digunakan untuk rapat pleno KPUD.

Sementara data yang berhasil dihimpun dari DPC PDI-P Kabupaten Cirebon, dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon, pasangan Jokowi-JK hampir menyapu bersih di semua kecamatan, kecamatan Karangwareng menjadi kecamatan tertinggi penyumbang suara terbanyak dengan 10.083 atau 73%. pasangan Jokowi – JK secara keseluruhan mendapatkan 654.289 suara atau sekitar 61.28 % sedangkan pasangan Prabowo – Hatta hanya memperoleh suara 413.418 atau sekitar 38.72 % dari 1.067.707 suara sah.
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 TRIO MACAN All Right Reserved