New Design

Recent Post

Rabu, 16 Juli 2014
Ratusan Armada Bus di Cirebon Siap Dipakai Mudik

Ratusan Armada Bus di Cirebon Siap Dipakai Mudik


CIREBON - Manager Divisi Umum Bhinneka, Karsono mengatakan, untuk mudik dan balik Lebaran, Bhinneka menyediakan 250 armada. Semua siap digunakan, dan berada di tiga pool yakni Cirebon, Bandung, dan Bekasi.

"Yang di Cirebon ada 100 armada, termasuk bus pariwisata yang siap diperbantukan jika dibutuhkan," katanya, saat sidak bupati ke pool Bhinneka Jalan Pilang, Cirebon, Rabu (16/7).

Karsono mengklaim semua bus yang dioperasikan adalah bus yang laik jalan. Pihaknya melakukan pemeriksaan rutin, bukan hanya menjelang mudik tapi juga setiap hari.

"Sopir juga begitu. Kesehatannya kami perhatikan karena jangan sampai karena kelalaian sopir malah mencelakakan orang lain. Apalagi Pak Menteri (Perhubungan) juga ingin zero accident," kata Karsono.

Terpisah, Kepala Operasional Sahabat, Sunarto mengatakan, Sahabat akan mengoperasikan 160 armada untuk kebutuhan mudik dan balik Lebaran tahun ini. 70 persen armada reguler dan 30 persen armada pariwisata.

"Semua sudah siap dan laik dijalankan. Sopir juga siap, dan hanya yang sehat yang diperbolehkan mengemudi," kata Sunarto. (tribun)
Pasar di Jalur Pantura Indramayu Sebabkan Kemacetan saat mudik

Pasar di Jalur Pantura Indramayu Sebabkan Kemacetan saat mudik


INDRAMAYU - Kehadiran pasar di sejumlah titik jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Indramayu berkontribusi terhadap kemacetan pada saat peningkatan arus mudik jelang Lebaran nanti. Dari 6 pasar tradisional yang ada di jalur Pantura Indramayu, Pasar Eretan di Kecamatan Kandanghaur dianggap yang paling parah berkontribusi terhadap kemacetan bila arus mudik meningkat.

Kapolres Indramayu, Wahyu Bintono mengatakan, wilayah di Pasar Eretan bisa disebut terparah, karena pasar tersebut yang letaknya dekat ke bahu jalan. Kemudian, pasar tersebut berada tepat di jalan yang membelok. Hal tersebut belum ditambah lagi luas jalan pada bagian pasar yang cukup sempit. Faktor tersebut, menurutnya, membuat kawasan sekitar Pasar Eretan rentan menimbulkan kemacetan pada saat arus mudik nanti.

"Kami dari kepolisian bertindak khusus terhadap Pasar Eretan. Hari pasarnya itu hari Jumat. Kami juga inginnya pengelola Pasar Eretan bisa menghimbau supaya ada penyediaan tempat alternatif untuk berdagang pada saat arus mudik meningkat nanti. Pindah sementara ke tempat yang menjauh dari jalur Pantura," tuturnya dalam Rakor Lintas Sektoral Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2014, di Aula Mapolres Indramayu, Rabu (16/7/2014).

Selain Pasar Eretan, pasar yang terdapat di Jalur Pantura adalah Pasar Sukra, Pasar Patrol, Pasar Parean, Pasar Cilet, Pasar Kertasemaya, serta Toserba Yogya Patrol. Menurut Wahyu, padatnya pengunjung pasar terutama pada hari pasaran kerap membuat arus lalu lintas di Jalur Pantura tersendat.

"Tidak hanya oleh pengunjung, kurang tertibnya para tukang becak, dan angkutan umum lainnya dalam menaikkan serta menurunkan penumpang turut berkontribusi pula," ujarnya

Menindaklanjuti adanya permasalah-permasalahan tersebut, Wahyu mengatakan, dalam momen arus mudik dan lebaran ini pihaknya menempatkan pos dan penugasan anggota untuk melaksanakan pengamanan, penjagaan, serta pengaturan lalu lintas. Rambu, dan spanduk berupa himbauan dan peringatan juga kemudian akan dipasang.

"Kami juga akan melaksanakan kanalisasi penyebrangan jalan, minimal 10 orang penyebrang. Kanalisasi tempat penyebrangan jalan itu dilakukan dengan trailing, tolo-tolo, dan barrier," katanya.

Wahyu mengatakan, posisi Jalur Pantura di Jawa Barat pada dasarnya sangat disoroti oleh Kapolri. Permasalahan yang terjadi di Jalur Pantura Jabar akan diperhatikan lebih daripada jalur mudik di provinsi lainnya. Menurutnya, Jalur Pantura Jabar telah menjadi isu nasional tersendiri.

"Dalam konteks mudik lebaran ini, ada dua tempat yang menjadi sorotan Kapolri, Terminal Bakauheni Lampung, dan Jalur Pantura Jabar. Tidak terlalu soal ada masalah di kawasan lain, bahkan presiden pun tidak gusar. Akan tetapi, kalau kejadiannya di Jalur Pantura Jabar, itu bisa menjadi isu nasional," katanya. (PRLM)
Bupati Kuningan Minta Pedagang tak Naikkan Harga Secara Berlebihan

Bupati Kuningan Minta Pedagang tak Naikkan Harga Secara Berlebihan


KUNINGAN - Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda meminta kepada para pedagang agar pada masa-masa ramai pembeli menjelang lebaran idul fitri yang akan datang, tidak meningkatkan harga secara berlebihan.

Permintaan tersebut dikemukakan langsung Utje Ch Hamid Suganda kepada sejumlah pedagang di gedung Pasar Baru Kuningan, Rabu (16/7/2014).

"Kalau pada masa-masa ramai pembeli menjelang lebaran terjadi kenaikan harga, wajar. Akan tetapi menaikkan harganya jangan terlalu tinggi, ya!" ujar Utje, seraya menebar senyum kepada sejumlah pedagang di blok pedagang sayuran dan rempah-rempah di gedung pasar tradisional semi modern tersebut.

Selain itu, Utje mengingatkan kepada para pedagang untuk selalu menjaga kualitas barang-barang daganganya. Terlebih kepada pedagang makanan dan minuman.

Misalnya, dengan tidak memaksakan menjual bahan makanan yang sudah basi, kadaluwarsa, atau mengandung bahan kimia membahayakan kesehatan.

"Saya percaya, para pedagang di pasar ini maupun di pasar-pasar lainnya di Kabupaten Kuningan, tidak akan ada yang nakal menjual bahan makanan atau minuman tidak layak konsumsi," kata Utje.

Ditanya seusai meninjau sampel bahan makanan serta berdialog langsung dengan para pedagang di sejumlah kios dan los pedagang di pasar tersebut, Utje menyatakan, harga bahan makanan pokok di pasar itu masih normal. kualitas barang dagangan para pedagang di pasar itu, baik. Harga bahan makanan pokok di pasar tersebut dinilai Utje masih normal.

Kunjungan bupati ke pasar tersebut, juga disertau sejumlah pejabat Pemkab Kuningan. Di antaranya, Asisten Pembengunan Kesejahteraan Rakyat Kamil Ganda Permadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ucu Suryana, serta sejumlah penguryus pasar dan jajaran direksi pihak pengembang gedung Pasar Baru Kuningan.

Dalam kesempatan itu, Utje kepada sejumlah wartawan menyatakan, pihaknya melalui para petugas dari dinas intansi terkait, akan selalu memantau kondisi serta kualitas harga bahan makanan yang dijual para pedagang, baik di pasar tradisional maupun pasar moderen. Termasuk memantau perkembangan harga bahan makanan pokok.

"Saya mengharapkan para pedagang di pasar tradisional juga harus berperan aktif memelihara serta menciptakan suasana lingkungan pasar yang membuat nyaman bagi masyarakat yang berbelanja," kata Utje.(PRLM)
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 TRIO MACAN All Right Reserved